Hubungan dukungan suami dengan penggunaan AKDR pada pasangan usia subur (PUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Baamang II

Setiawati, Setiawati (2019) Hubungan dukungan suami dengan penggunaan AKDR pada pasangan usia subur (PUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Baamang II. Skripsi, PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN, POLTEKKES KEMKES PALANGKARAYA.

[img] Text
SETIAWATI LENGKAP-converted.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang : Secara nasional jenis alat KB yang digunakan didominasi dengan cara suntik 31%, pil 11,2% dan yang menggunakan AKDR 3,8%. Dilihat dari angka tersebut menunjukkan angka persen terendah, artinya AKDR kurang diminati oleh akseptor. dukungan suami memiliki peran dalam pemilihan jenis kontrasepsi. Tujuan Penelitian : mengetahui Hubungan dukungan suami dengan penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Kerja Puskesmas Baamang II. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret Tahun 2019. Populasi penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Baamang II dengan jumlah sampel 60 responden. Hasil Penelitian : hasil penelitian dari 60 responden terdapat 34 responden yang tidak memperoleh dukungan suami, 1 orang menggunakan AKDR dengan persentase (2,9%) dan tidak menggunakan AKDR sebanyak 33 orang dengan persentase (97,1%). Hasil uji statistik responden dukungan suami dengan penggunaan AKDR dengan nilai p-value = 0,009 (ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan penggunaan AKDR). Kemudian dari hasil analisis dukungan suami dengan penggunaan AKDR di peroleh OR = 14,66 artinya ibu yang tidak memperoleh dukungan suami beresiko 14,66 kali tidak menjadi pengguna AKDR. Kesimpulan : ada hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan AKDR pada Pasangan Usia Subur (PUS).

Background : Nationally the type of family planning device used was dominated by injections 31%, pill 11.2%, and those using the IUD 3.8%. Based on those numbers show the lowest percent number, meaning that the IUD is less attractive to acceptors, husband’s support has a role in choosing the type of contraception. Purpose : This aim to this study is to find out the relationship between husband’s support and IUD (Intrauterine Device) use in the work area of Baamang II Health Center. Methods : This study used a quantitative approach with a Cross Sectional research design. The study was conducted in January to March 2019. The population of this study were Fertile Age Couples in the work area of Baamang II Health Center with a sample of 60 respondents. Results : The results of the study of 60 respondents there were 34 respondents who did not receive husband support, 1 person used an IUD with a percentage (2.9%) and 33 people did not use an IUD with a percentage (97.1%). The results of statistical test on respondents support for husband’s use of IUD with P-Value= 0.009 (there is a significant relationship between husband’s support and IUD use). And then from the results of the analysis of husband’s support with IUD use obtained OR = 14.66 means that mothers who did not get husband’s support were at risk of 14.66 times not being an IUD user. Conclusion : There is a relationship between husband’s supports for IUD use in Fertile Age Couple.

Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111006 Midwifery
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111010 Evidence-Based Nursing
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Diploma IV Kebidanan
Supervisor: Wahyuni, Seri and Yuniarti, Yuniarti
Depositing User: Akreditasi Kebidanan
Date Deposited: 04 Dec 2021 05:38
Last Modified: 04 Dec 2021 05:38
URI: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1702

Actions (login required)

View Item View Item