Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Di SMA NEGERI 1 Palangka Raya

Purnawanti, Titik (2020) Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Di SMA NEGERI 1 Palangka Raya. Skripsi, PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN, POLTEKKES KEMENKES PALANGKARAYA.

[img] Text
SKRIPSI TATIK P.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Background: Menstruation is a physiological process that is first experienced by women aged 10-16 years. In some people often experience menstrual disorders, one of which is dysmenorrhea. In Indonesia, the estimated incidence of dysmenorrhea is 64.25% which consists of 54.89% of primary dysmenorrhea and 9.36% of secondary dysmenorrhea. One of the risk factors for dysmenorrhea is a thin and fat body mass index. objective: to analyze the relationship between Body Mass Index and the incidence of dysmenorrhea in young women at SMAN 1 Palangka Raya Method: This type of research is observational analytic with a cross-sectional design. The sampling technique used is a non-probability sampling technique with a purposive sampling approach. The sample of this study was teenage girls of class XII Natural Sciences at SMAN 1 Palangka Raya, aged 16-18 years, and experiencing dysmenorrhea totaling 64 teenage girls. Results: Chi-Square Test analysis results of the relationship of Body Mass Index to the incidence of dysmenorrhea in young women is divided into 2, with a comparison of BMI in the normal category, including 1) BMI with fat category obtained p-value = 0.004 and 2) BMI with thin category obtained p-value = 0.036. Conclusion: There is a relationship between Body Mass Index to the incidence of dysmenorrhea in young women.

Latar Belakang : Menstruasi merupakan suatu proses fisiologis yang pertama kali dialami wanita usia 10-16 tahun. Pada beberapa orang sering mengalami gangguan menstruasi salah satunya adalah dismenore. Di Indonesia, angka kejadian dismenore diperkirakan 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu factor resiko terjadinya dismenore Indeks Massa Tubuh yang kurus dan gemuk. Tujuan : untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMAN 1 Palangka Raya Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah remaja putri kelas XII IPA di SMAN 1 Palangka Raya yang berumur 16-18 tahun dan mengalami dismenore yang berjumlah 64 remaja putri. Hasil : Hasil analisis Uji Chi-Square hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap kejadian dismenore pada remaja putri dibagi menjadi 2 yaitu dengan pembanding IMT dalam kategori normal , diantaranya : 1) IMT dengan kategori gemuk didapatkan p-value= 0,004 dan 2) IMT dengan kategori kurus didapatkan p-value= 0,036. Kesimpulan : Ada hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap kejadian dismenore pada remaja putri.

Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: remaja putri, indeks massa tubuh, usia menarche,lama menstruasi,dismenore
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1101 Medical Biochemistry and Metabolomics
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1109 Neurosciences
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Diploma IV Kebidanan
Supervisor: Rusmani, Asih and Natalina, Riny
Depositing User: Akreditasi Kebidanan
Date Deposited: 03 Dec 2021 08:31
Last Modified: 03 Dec 2021 08:31
URI: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1676

Actions (login required)

View Item View Item