Penggunaan suntik DMPA terhadap kenaikan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Tahai Kecamatan Maliku Pulang Pisau

Hestiana, Hestiana (2020) Penggunaan suntik DMPA terhadap kenaikan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Tahai Kecamatan Maliku Pulang Pisau. Skripsi, PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN, POLTEKKES KEMENKES PALANGKARAYA.

[img] Text
Hestiana-Skripsi-STr.KEB-2020.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

One of the most popular contraceptives in Indonesia is injection contraception. Injectable contraceptives used are DMPA and Cyclofem. The most important side effect of injection contraception is menstrual pattern disorders, while the other effect is no less important is the increase in body weight between 1-5 pounds. Weight gain caused by the hormone progesterone facilitates the conversion of carbohydrates and sugars into fat, so that fat under the skin increases. The purpose of this study was to determine the relationship between DMPA injection contraceptive use and weight gain in acceptors. This type of research is observational analytic cohort research design and retrospective approach. The population of all DMPA contraceptive acceptors who visited the Tahai Health Center and the sample size was 51 respondents. The statistical test used in this study is the Chi-Square test. Statistical test results obtained p value 0.004, with p value <0.05 meaning that there is a significant relationship between the use of DMPA injection contraception to Increase Weight in Tahai Puskesmas, Maliku Pulang Pisau District in 2020. Therefore, for DMPA injection contraception users who experience weight gain and are disturbed by this, they can do weight loss regularly, exercise and reduce nutritional intake and choose other contraception or non-hormonal contraception

Salah satu kontrasepsi yang populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik yang digunakan adalah Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) dan Cyclofem. Efek samping kontrasepsi suntik yang paling utama gangguan pola haid, sedangkan efek yang lain tidak kalah pentingnya adalah adanya peningkatan berat badan antara 1–5 kg. Kenaikan berat badan disebabkan karena hormon progesteron mempermudah perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak di bawah kulit bertambah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan KB suntik DMPA terhadap peningkatan Berat Badan pada akseptor. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian Kohort dan pendekatan secara retrospective. Populasi semua akseptor KB DMPA yang berkunjung ke Puskesmas Tahai dan besar sampel sebanyak 51 responden. Uji statitik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Chi-Square. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,004, dengan p value < 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara penggunaan KB suntik DMPA terhadap Kenaikan Berat Badan di Puskesmas Tahai, Kecamatan Maliku Pulang Pisau Tahun 2020. Oleh sebab itu, untuk Akseptor KB suntik DMPA dapat melakukan olahraga teratur dan untuk tenaga kesehatan dapat meningkatkan KIE pada pengguna KB suntik DMPA mengenai penambahan berat badan serta solusi untuk mengatasinya yaitu dengan tetap menjaga pola makan yang sehat serta olah raga teratur.

Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kontrasepsi, Suntik, Berat
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1103 Clinical Sciences > 110311 Medical Genetics (excl. Cancer Genetics)
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111003 Clinical Nursing - Secondary (Acute Care)
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1103 Clinical Sciences
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Diploma IV Kebidanan
Supervisor: Sukriani, Wahidah and Noordiati, Noordiati
Depositing User: Akreditasi Kebidanan
Date Deposited: 02 Dec 2021 18:13
Last Modified: 02 Dec 2021 18:13
URI: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1624

Actions (login required)

View Item View Item