Pengaruh perilaku berpacaran terhadap kejadian perkawinan remaja di wilayah Kota Palangka Raya

Azizah, Sandra Linda (2021) Pengaruh perilaku berpacaran terhadap kejadian perkawinan remaja di wilayah Kota Palangka Raya. Skripsi, PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN, POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA.

[img] Text
Naskah Publikasi_Sandra Linda Azizah.pdf
Restricted to Registered users only

Download (465kB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang : Perkawinan yang sehat dan memenuhi kriteria umur calon pasangan suami istri yaitu umur lebih dari 19 tahun. Perkawinan dibawah umur adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan seorang wanita di mana umur keduanya masih dibawah batas minimum yang diatur oleh Undang-Undang yaitu perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya angka perkawinan usia remaja seperti faktor pengetahuan, tingkat pendidikan, status ekonomi keluarga, perilaku seksual. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan peneliti tanggal 15 Februari 2021 diwilayah Kota Palangka Raya didapatkan seseorang dengan usia 10-18 tahun sebanyak 105 jiwa melakukan perkawinan usia remaja.

Tujuan : Menganalisis pengaruh perilaku berpacaran terhadap kejadian perkawinan remaja di wilayah Kota Palangka Raya. Beberapa faktor yang mendorong tingginya angka perkawinan usia remaja seperti faktor pengetahuan, tingkat pendidikan, status ekonomi keluarga, dan perilaku seksual.

Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode riset survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Data karakteristik sampel, perkawinan remaja dan faktor pendorong diperoleh dengan menggunakan kuisioner melalui google form. Besar sampel yang digunakan sebanyak 120 responden. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square, Risk Prevalence dengan confident interval (CI) 95%.

Hasil : Hasil penelitian ini dari 121 responden terdapat 105 remaja yang melakukan perkawinan usia dini (86,8%) dan 16 remaja tidak melakukan perkawinan usia dini atau kawin diusia matang. Hasil uji statistic menggunakan uji Chi Square, didapatkan hasil bahwa ρ –value 0,019 < 0,05 yang artinya bahwa remaja dengan kategori pacaran berisiko mempunyai risiko 4,500 kali mengalami perkawinan dini dibanding remaja dengan perilaku berpacaran tidak berisiko. Hal ini menunjukkan pengaruh yang yang signfikan antara variabel perilaku berpacaran terhadap perkawinan pada remaja.

Kesimpulan : Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku berpacaran terhadap perkawinan pada remaja.

Background : A healthy marriage that meets the age criteria for the prospective husband and wife is more than 19 years old. Underage marriage is a marriage carried out by a man and a woman where the age of both is still below the minimum limit regulated by law, namely marriage is only permitted if the man and woman have reached the age of 19 (nineteen) years. Several factors that influence the high rate of teenage marriage such as knowledge, education level, family economic status, sexual behavior. Based on a preliminary survey conducted by researchers on February 15, 2021 in the Palangka Raya City area, 105 people aged 10-18 years old married.

Objective : To analyze the influence of dating behavior on the incidence of adolescent marriage in the city of Palangka Raya. Several factors that drive the high rate of teenage marriage, such as knowledge, education level, family economic status, and sexual behavior.

Methods : This study uses a cross sectional approach with survey research methods. The sampling technique used is random sampling. Data on sample characteristics, adolescent marriage and driving factors were obtained by using a questionnaire via google form. The sample size used is 120 respondents. Data analysis used Chi Square statistical test, Risk Prevalence with 95% confidence interval (CI).

Results : From the results of this study, from 121 respondents there were 105 adolescents who married at an early age (86.8%) and 16 adolescents did not marry at an early age or marry at an early age. The results of statistical tests using the Chi Square test, the results show that –value 0.019 <0.05, which means that adolescents with risky dating categories have a 4,500 times risk of experiencing early marriage compared to adolescents with non-risky dating behavior. This shows a significant influence between the variables of dating behavior on marriage in adolescents.

Conclusion : The results of this study can be concluded that there is a significant influence between dating behavior on marriage in adolescents.

Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Dating Behavior, Adolescent Marriage, Knowledge of Kespro, Education Level, Family Economic Status, Sexual Behavior Perilaku Berpacaran , Perkawinan Remaja, Pengetahuan Kespro,Tingkat Pendidikan, Status Ekonomi Keluarga, Perilaku Seksual.
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1117 Public Health and Health Services > 111704 Community Child Health
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1117 Public Health and Health Services > 111707 Family Care
13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130105 Primary Education
13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130199 Education systems not elsewhere classified
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1117 Public Health and Health Services
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Diploma IV Kebidanan
Supervisor: Aprilianti, Cia and Tigoi, Asiwei E
Depositing User: Sandra Linda Azizah
Date Deposited: 24 Jun 2022 04:06
Last Modified: 24 Jun 2022 04:06
URI: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1505

Actions (login required)

View Item View Item