Pengaruh Pijat Endorphin terhadap Intensitas Nyeri pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif di Ruang Bersalin RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya

Erlinawati, Dwi (2021) Pengaruh Pijat Endorphin terhadap Intensitas Nyeri pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif di Ruang Bersalin RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Skripsi, PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN (ALIH JENJANG), POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA.

[img] Text
DWI ERLINAWATI PDF.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Proses persalinan selalu dibarengi dengan timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat. Nyeri persalinan kala I merupakan hal yang fisiologis. Nyeri pada persalinan kala I merupakan hal fisiologis yang disebabkan oleh proses dilatasi serviks, hipoksia otot uterus saat kontraksi, iskemia korpus uteri dan peregangan segmen bawah rahim dan kompresi saraf di serviks. Salah satu cara penatalaksanaan non farmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan dengan pijat endorphin. Pijat Endorphin merupakan sebuah terapi sentuhan atau pijatan ringan yang cukup penting diberikan pada wanita hamil, di waktu menjelang hingga saatnya melahirkan ada beberapa manfaat dari endorphin yaitu mengatur produksi hormon pertumbuhan dan seks, mengendalikan rasa nyeri serta sakit yang menetap, mengendalikan perasaan stress, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap intensitas nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperiment Design dengan jenis penelitian pre test dan post test design.. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 31 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner, lembar persetujuan, alat tulis, lembar observasi dan lembar Pemantauan Skala VAS (Visual Analog Scales).
Hasil: Hasil penelitian ini menujukan bahwa dari 31 responden yang diberikan pijat endorphin hasil analisis pretest memiliki nilai intensitas minimal 4 dan maksimal 7 dengan rata-rata 5,45 dan standar deviasi 1,121 dan pada post test intensitas nyeri minimal 3 dan maksimal 7, rata-rata 4,10, standar deviasi 0,944 dan berdasarkan uji statistik wilcoxon diperoleh nilai p-value 0,000 (<0,05). Pada kelompok kontrol dari 31 responden yang diberikan pijat biasa hasil analisis pretest memiliki intensitas nyeri minimal 4 dan maksimal 7, rata-rata 5,61, standar deviasi 0,989 dan pada post test intensitas nyeri minimal 3 dan maksimal 7, rata-rata 4,87, standar deviasi 0,885 dan berdasarkan uji statistik wilcoxon diperoleh nilai p-value 0,000 (<0,05).
Kesimpulan: Ada pengaruh pijat endorphin pada ibu inpartu kala I fase aktif terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.

Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ibu bersalin, inpartu, pijat endorphine
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111006 Midwifery
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1199 Other Medical and Health Sciences > 119999 Medical and Health Sciences not elsewhere classified
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Diploma IV Kebidanan
Supervisor: Yuniarti, Yuniarti and Lucin, Yeni and Herlinadiyaningsih, Herlinadiyaningsih
Depositing User: Alih Jenjang
Date Deposited: 04 Aug 2021 07:46
Last Modified: 04 Aug 2021 07:46
URI: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1248

Actions (login required)

View Item View Item