Gambaran hubungan dukungan keluarga terhadap kekambuhan pasien skizofrenia

Noorlatipah, Noorlatipah (2021) Gambaran hubungan dukungan keluarga terhadap kekambuhan pasien skizofrenia. Karya Tulis Ilmiah, PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN, POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA.

[img] Text
KTI EDIT(1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan parah yang memengaruhi 20 juta orang di seluruh dunia, skizofrenia ditandai dengan persepsi emosi, bahasa, rasa diri dan perilaku. Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia termasuk di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) menunjukkan prevalensi skizofrenia/psikosis di Indonesia sebanyak 6,7 per 1000 rumah tangga. Artinya, dari 1.000 rumah tangga terdapat 6,7 rumah tangga yang mempunyai anggota rumah tangga pengidap skizofrenia. Hasil analisis terjadi penurunan angka kejadian pemasungan skizofrenia di masyarakat dengan upaya setelah adanya edukasi, sosialisasi, serta pengobatan pasien penderita gangguan jiwa (WHO, 2013).
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui jumlah prevalensi kekambuhan pada pasien gangguan jiwa dan gambaran hubungan dukungan keluarga terhadap kekambuhan pasien skizofrenia.
Metode Penelitian: Digunakan mesin pencarian artikel yaitu Google Scholar. Terdapat 5 jenis penelitian yang diidentifikasi, dengan rincian dari 5 artikel tersebut adalah penelitian kuantitatif.
Hasil Penelitian: Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 14 juta orang di Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas mengalami gejala depresi dan gangguan kejiwaan, sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia mencapai 400.000 orang atau sebanyak 1,7% per 1.000 penduduk (Kemenkes, 2017). Dukungan keluarga membuat keluarga mampu berfungsi untuk meningkatkan kesehatan dan adaptasi (Friedman, 2010), dukungan keluarga yang dapat diberikan kepada pasien gangguan jiwa yaitu dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan instrumental dan dukungan pengharapan. Peran keluarga yang dapat diberikan kepada pasien gangguan jiwa seperti mengingatkan minum obat tepat waktu, menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, memperhatikan kemampuan pasien, membawa pasien ke fasilitas pelayanan.
Kesimpulan: Kekambuhan pasien gangguan jiwa sangat tergantung dengan dukungan keluarga, oleh karena itu peran keluarga dalam mendukung klien gangguan jiwa harus ditiingkatkan.

Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (Karya Tulis Ilmiah)
Uncontrolled Keywords: Dukungan keluarga, Kekambuhan, Skizofrenia
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1103 Clinical Sciences > 110321 Rehabilitation and Therapy (excl. Physiotherapy)
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1116 Medical Physiology
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi Diploma III Keperawatan
Supervisor: Rikiy, Rikiy and Manuntung, Alfeus
Depositing User: NOORLATIPAH
Date Deposited: 26 Aug 2021 04:03
Last Modified: 26 Aug 2021 04:03
URI: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1131

Actions (login required)

View Item View Item