Karakteristik hipertensi pada lansia di indonesia

Isdania, Nova (2021) Karakteristik hipertensi pada lansia di indonesia. Karya Tulis Ilmiah, PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN, POLTEKKES KEMENKES PALANGKARAYA.

[img] Text
KTI 2021 NOVA ISDANIA PO.62.20.1.18.065.pdf
Restricted to Registered users only

Download (25MB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik di atas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg (WHO, 2013;Ferri, 2017)(C. Nyanyu, Meriyani, 2020). Penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.Menurut Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure, umumnya tekanan darah bertambah secara perlahan dengan bertambahnya umur (Purwanti, Milki Suci. 2017).Seseorang dikatakan lanjut usia berdasarkan undang-undang nomor 13/ tahun 1998 adalah mereka yang berumur mencapai 60 tahun keatas (Setiawan, 2016) di kutip dari jurnal (K. Akbar, Syamsidar, Nengsih, 2020).Maka dari hasil penelitian sebanyak 10 jurnal menunjukkan bahwa: Karakteristik hipertensi dari usia yang tertinggi yaitu lansia dengan usia 60-74 tahun (70,8%) menurut (K. Akbar, Syamsidar, Nengsih, 2020). Untuk karakteristik hipertensi dari jenis kelamin yaitu hampir seluruh responden dengan jenis kelamin perempuan yang tertinggi dengan 318 orang atau (90,3%) menurut(C. Nyanyu, Meriyani, 2020). Selanjutnya untuk karakteristik hipertensi dari pekerjaan, yang lebih banyak mengalami hipertensi yaitu pekerjaan sebagai IRT sebanyak 18 orang dengan persentase (75%) menurut (K. Akbar, Syamsidar, Nengsih, 2020).Adapun menurut (Novitaningtyas. T, 2014) berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat pendidikan dasar lebih banyak mengalami hipertensi yaitu 45,7% hal ini kemungkinan berhubungan dengan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran karakteristik hipertensi pada lansia di Indonesia.
Metode Penelitian : Pencarian literatur dalam literature review menggunakan Google Cendekia atau google scholar. Terdapat 3 jurnal penelitian yang teridentifikasi, dengan rincian 3 penelitian kuantitatif.
Hasil penelitian :Menurut (K. Akbar, Syamsidar, Nengsih, 2020) dalam karakteristik usia hasil penelitian didapatkan hasil sebagian besar responden berada pada usia lanjut yaitu 60-74 tahun sebanyak (83,6%).Kemudian dalam penelitian (Haswan & Pinatih, 2017) tentang gambaran karakteristik penderita hipertensi diperoleh hasil bahwa berdasarkan jenis kelamin didapatkan sebagian besar responden (56%) berjenis kelamin perempuan. Kemudian bersadarkan penelitian(K. Akbar, Syamsidar, Nengsih, 2020) jenis kelamin perempuan sebanyak 18 orang dengan persentase (75%). Selanjutnya untukpekerjaan sebagai IRT sebanyak 18 orang dengan persentase (75%) lebih banyak dibandingkan responden yang bekerja sebagai wiraswasta hanya 6 orang (25%)menurut (K. Akbar, Syamsidar, Nengsih, 2020).Adapun menurut (Novitaningtyas. T, 2014) berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat pendidikan dasar lebih banyak mengalami hipertensi yaitu 45,7% hal ini kemungkinan berhubungan dengan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat.
Kesimpulan :Jadi kesimpulannya adalah gambaran karakteristik hipertensi pada lansia berdasarkan usia, terjadi pada mayoritas terbanyak yaitu lansia dengan usia 60-74 tahun (70,8%) menurut (K. Akbar, Syamsidar, Nengsih, 2020).Untuk gambaran karakteristik hipertensi pada lansia berdasarkan jenis kelamin yaitu hampir seluiruh responden berjenis kelamin perempuan dengan 318 orang atau (90,3%) dan sangat sedikit responden berjenis kelamin laki-laki yaitu 34 orang lansia atau (9,7%) menurut (C. Nyanyu, Meriyani, 2020). Selanjutnya untuk karakteristik hipertensi pada lansia berdasarkan pekerjaan yaitu pekerjaan sebagai IRT sebanyak 18 orang dengan persentase (75%) lebih banyak dibandingkan responden yang bekerja sebagai wiraswasta hanya 6 orang (25%) menurut (K. Akbar, Syamsidar, Nengsih, 2020). Kemudian karakteristik hipertensi pada lansia berdasarkan pendidikan terakhir, mayoritas responden merupakan tamatan Pendidikan Menengah yaitu SMA dengan jumlah 50 orang (64,1%), sedangkan tamatan Pendidikan Tinggi sebanyak 23 orang (29,5%), dan tamatan Pendidikan Dasar sebanyak 5 orang (6,4%) menurut (Purwanti, Milki Suci 2017). Adapun menurut (Novitaningtyas. T, 2014) berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat pendidikan dasar lebih banyak mengalami hipertensi yaitu 45,7% hal ini kemungkinan berhubungan dengan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat.

Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (Karya Tulis Ilmiah)
Uncontrolled Keywords: Hipertensi, lansia.
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1117 Public Health and Health Services > 111711 Health Information Systems (incl. Surveillance)
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi Diploma III Keperawatan
Supervisor: T., Berthiana and Missesa, Missesa
Depositing User: Nova Isdania
Date Deposited: 26 Aug 2021 04:02
Last Modified: 26 Aug 2021 04:02
URI: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1101

Actions (login required)

View Item View Item