Literature review: hubungan riwayat pemberian imunisasi bacillus calmette guerin (bcg) dengan angka kejadian tuberkculosis pada anak

Handayani, Fitri (2021) Literature review: hubungan riwayat pemberian imunisasi bacillus calmette guerin (bcg) dengan angka kejadian tuberkculosis pada anak. Karya Tulis Ilmiah, PROGRAM STUDY DIII KEPERAWATAN, POLTEKKES KEMENKES PALANGKARAYA.

[img] Text
Karya Tulis Ilmiah Fitri Handayani Reguler XXI B.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang :Menurut WHO Global Tuberculosis Report, 2018; Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai beban tuberkulosis yang terbesar diantara 8 negara. Pada usia anak (0-18 tahun) merupakan usia sangat rentan tertular penyakit tuberkulosis. Salah upaya pengendalian kasus tuberkulosis adalah imunisasi BCG, berupa bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan yang bermanfaat untuk mencegah tuberkulosis dan Infeksi mikobakterium lainnya.
Tujuan Penulisan : Untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian imunisasi BCG dengan angka kejadian tuberkulosis pada anak, untuk mengidentifikasi angka kejadian TBC pada anak dan untuk mengidentifikasi hubungan riwayat pemberian imunisasi bacillus calmette guerin (BCG) terhadap angka kejadian TBC pada anak.
Metode : Penelurusan jurnal penelitian menggunakan mesin pencarian Research Gatedan Google Cendikia, yang dicari dalam rentang tahun 2015-2020. Terdapat 3 peneitian yang diidentfikasi, dengan desain peneltian kuantitatif dan metode cross sectional.
Hasil : Jurnal pertama dengan 188 sampel147 anak (78,2%) tidak menderita TBC, terdiri dari 35 anak yang tidak mendapatkan imunisasi BCG dan 112 anak lainnya mendapatkan imunisasi BCG. Sedangkan 41 anak (21,8%) menderita TBC, diantaranya terdapat sebanyak 13 anak tidak mendapatkan imunisasi BCG dan 28 anak lainnya mendapatkan imunisasi BCG dan menyatakan tidak terdapat hubungan antara imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis paru pada balita. Jurnal kedua dengan 143 responden, Sebanyak 88 responden yang diberikan vaksinasi BCG, terdapat 37 responden mengalami tuberkulosis paru. Sedangkan responden yang tidak mendapatkan vaksinasi BCG berjumlah 55 responden, terdapat 36 responden yang mengalami tuberkulosis paru dan menyatakan ada hubungan antara pemberian vaksinasi BCG dengan kejadian Tuberkulosis pada anak. Jurnal ketiga dengan 69 sampel, responden yang memiliki riwayat imunisasi BCG pada anak yang menderita TB yaitu sebanyak 50 responden dan sebanyak 19 responden mengalami TB paru yang tidak memiliki riwayat imunisasi BCG dan menyatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat status imunisasi BCG dengan kejadian TB pada anak.
Kesimpulan : Pemberian imunisasi BCG dengan kejadian TBC tentu ada hubungan, karena BCG diklaim memiliki manfaat untuk mencegah tuberkulosis dan Infeksi mikobakterium lainnya. Hasil penelitian yang menyatakan bahwa anak yang tidak mendapatkan imunisasi BCG lebih rentan atau memiliki risiko lebih besar untuk terkena TBC dibandingkan yang memiliki riwayat BCG. Walaupun terdapat beberapa anak yang memiliki riwayat BCG tetapi masih terkena. Angka kejadian TBC tidak hanya berpatokan pada pemberian imunisasi BCG saja tetapi juga dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan faktor risiko lainnya.Faktor risiko terebut dapat berupa terpajan dengan orang dewasa dengan TB aktif, tinggal di daerah endemis, kemiskinan, lingkungan yang tidak sehat (higiene dan sanitasi yang tidak baik) dan tempat penampungan umum (panti asuhan, penjara atau panti perawatan lain).

Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (Karya Tulis Ilmiah)
Uncontrolled Keywords: Imunisasi BCG, Angka kejadian, TBC, Anak
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1107 Immunology
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi Diploma III Keperawatan
Supervisor: Rikiy, Rikiy and Sulistyowati, Reny
Depositing User: FITRI HANDAYANI
Date Deposited: 26 Aug 2021 03:53
Last Modified: 26 Aug 2021 03:53
URI: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1076

Actions (login required)

View Item View Item